Hatta Ali Mengucapkan Sumpah Jabatan Sebagai Ketua MA

02 Mar

Written by Super User

JAKARTA - Rabu, 1 Maret 2017. Bertempat di Istana Negara, Hatta Ali mengucapkan sumpah jabatan sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2017-2022 di hadapan Presiden Joko Widodo. Pelantikan itu berdasarkan surat Keputusan Presiden Nomor 28 P Tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Ketua MA Hatta Ali yang ditetapkan pada 28 Februari 2017.

20170302 sumpah kma

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban Ketua MA dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD 1945, dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut UUD 1945 serta berbakti kepada nusa dan bangsa," kata Hatta Ali saat mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta.
Hatta Ali pada 14 Februari 2017 terpilih sebagai ketua Mahkamah Agung periode 2017-2022 dengan memperoleh dukungan terbanyak yaitu 38 suara dari 47 jumlah hakim agung. Ia menyisihkan kandidat ketua MA lainnya yaitu Andi Samsan Nganro dengan tujuh suara serta Suhadi dan Mukti Arto masing-masing satu suara.

Hadir juga dalam pelantikan tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, Ketua DPD Mohammad Saleh, Ketua BPK Harris Azhar Azis, Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitrichiada Azhari, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Jaksa Agung M. Prasetyo, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Ketua Hakim Kamar Pidana MA Artidjo Alkostar serta sejumlah Menteri Kabinet Kerja.

"Dengan keterpilihan saya kembali di mana pada umumnya hakim agung masih mempercayakan kepada saya untuk memimpin MA. Ini tanggung jawab moril kepada saya untuk meningkatkan lagi apa yang sudah dicapai MA selama ini," kata Hatta Ali seusai pelantikan. Menurut Hatta Ali, MA masih menyisakan 2.375 perkara yang harus diselesaikan pada 2017 ini.

Berdasarkan Pasal 7 a sampai h Surat Keputusan MA Nomor 12/KMA/SK/I/2017 tentang Tata Tertib Pemilihan Ketua MA, jika ada satu nama yang telah memperoleh suara lebih dari 50 persen jumlah hakim agung yang hadir, orang tersebut ditetapkan sebagai ketua MA. Namun Hatta tidak akan menyelesaikan masa baktinya hingga 2022 karena ia sudah berusia 67 tahun, dan sesuai undang-undang usia pensiun hakim agung adalah 70 tahun.
Hatta merupakan Ketua MA periode 2012-2017 menggantikan Harifin A. Tumpa. Sebelumnya ia adalah Ketua Muda Pengawasan dan juga sebagai Juru Bicara (Jubir) MA dan menjabat sebagai Ketua Ikatan Hakim Indonesia.

(Sumber: https://www.mahkamahagung.go.id/id/berita/2473/hatta-ali-mengucapkan-sumpah-jabatan-sebagai-ketua-ma Diakses Kamis, 2 Maret 2017, dengan perubahan seperlunya)

Ketua Mahkamah Agung RI Lantik Sekretaris Mahkamah Agung RI

09 Feb

Written by Super User

JAKARTA - Sekretaris Mahkamah Agung RI yang baru terpilih Achmad Setyo Pudjoharsoyo dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H., pada hari Selasa, tanggal 7 Pebruari 2017 di Lantai 2 Gedung Mahkamah Agung RI Jln. Medan Merdeka Utara No. 9-13 Jakarta Pusat. Pudjo ditetapkan sebagai Sekretaris Mahkamah Agung RI menggantikan Nurhadi yang mengundurkan diri pada Juli 2016 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22/TPA tahun 2017 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 Januari 2017. Achmad Setyo Pudjoharsoyo akan memimpin organisasi kesekretariatan Mahkamah Agung RI yang membawahi 828 lebih satker dan 31.783 lebih personil di seluruh Indonesia.

20170207 pelantikan sekma

 

Berdasarkan Pasal 4 Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2005, Sekretaris Mahkamah Agung RI membawahi 3 (tiga) Direktorat Jenderal, 1 (satu) Badan Pengawasan, 1 (satu) Badan Litbang Diklat, dan 1 (satu) Badan Urusan Administrasi. Sebelumnya, Pudjo menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Jakarta Barat, yang kemudian setelah melalui proses seleksi lelang jabatan akhirnya terpilih menjadi SEKMA menggantikan Nurhadi. Sebelum dilantik menjadi Sekretaris MA, Pudjo sempat dilantik sebagai Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, Lampung pada Jumat, tanggal 3 Februari 2017.

Mahkamah Agung sebelumnya telah melakukan proses seleksi lelang jabatan pada November 2016 bertempat di Pusdiklat MA Megamendung Bogor. Tim Pansel yang diketuai langsung oleh Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial Suwardi, S.H., M.H. akhirnya meloloskan 3 orang dari 7 peserta yang lolos di seleksi tahap akhir. Tiga nama yang terpilih antara lain Achmad Setyo Pudjoharsoyo, S.H., M.H.,  Dr. Drs. Aco Nur, MH, dan Dr. Imron Rosyadi, S.H., M.H., untuk kemudian diserahkan kepada Presiden.

Sebelum terpilih menjadi Sekretaris MA, perjalanan karier Pudjo antara lain mengawali sebagai Calon Hakim pada Pengadilan Negeri Tegal pada tahun 1985, lalu diangkat menjadi Hakim pada Pengadilan Negeri Labuha pada tahun 1989, kemudian menjadi Wakil PN Marabahan pada tahun 2005, dan naik menjadi Ketua PN Marabahan pada tahun 2006. Pada tahun 2008 menjabat sebagai Ketua PN Kebumen, lalu pada tahun 2011 dimutasi menjadi Wakil Ketua PN Klaten, pada tahun yang sama dimutasikan menjadi Ketua PN Purwakarta, lalu pada tahun 2013 mutasi menjadi Wakil Ketua PN Batam dan pada pertengahan tahun 2014 diangkat menjadi Ketua PN Pekanbaru dan akhirnya sebelum terpilih menjadi Sekretaris MA, Pudjo menjabat sebagai Ketua PN Jakarta Barat.

(Sumber: https://www.mahkamahagung.go.id/id/berita/2439/ketua-ma-lantik-sekretaris-mahkamah-agung Diakses Selasa, 7 Februari 2017, dengan perubahan seperlunya)