Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. pada Pengadilan Negeri Cilacap Kelas I A: Dengan Maulid Nabi Muhammad Saw 1440 H/2018 M Kita Jadikan Momentum Merenungkan Keteladanan Rasulullah

10 Dec

CILACAP - Bertempat di Ruang Sidang Wijayakusuma Selasa, 27 November 2018 dilaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. Kegiatan diikuti oleh seluruh muslim/muslimat baik Hakim, Calon Hakim, Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, serta ASN Pengadilan Negeri Cilacap Kelas I A. Taushiyah disampaikan oleh K.H. Hasan Makarim dari Cilacap dengan mengambil tema “Dengan Maulid Nabi Muhammad saw. 1440 H/2018 M, Kita Jadikan Momentum Merenungkan Keteladanan Rasulullah”. Dalam taushiyah-nya, K.H. Hasan Makarim menyampaikan empat sifat Rasulullah saw.: shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.

20181127 pengajian maulid nabi foto.1

Nabi Muhammad saw. adalah nabi terakhir yang mendapatkan banyak gelar baik dari Allah maupun dari manusia. Berbagai julukan diberikan kepada beliau atas kesuksesannya dalam melakukan misi risalahnya di muka bumi. Beliau berhasil menjadi pemimpin agama (sebagai Nabi) berhasil menjadi pemimpin negara (ketika memimpin negara Madinah). Di samping itu beliau juga berhasil dalam menjalankan berbagai kepemimpinan yang lain, seperti memimpin perang, memimpin musyawarah, dan memimpin keluarga. Karena itu, sudah sepantasnya umat Islam menjadikannya sebagi teladan yang terbaik. Terkait dengan hal ini Allah swt. berfirman:
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab [33]: 21).

20181127 pengajian maulid nabi foto.2   20181127 pengajian maulid nabi foto.3

Untuk dapat meneladani Nabi Muhammad Saw. dalam kehidupan kita sehari-hari, tentunya kita, umat Islam, harus mengetahui terlebih dahulu apa saja sifat-sifat yang dimiliki oleh beliau dan bagaimana perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Agar kita dapat meneladani Nabi Muhammad saw., berikut sifat-sifat dan perilaku beliau:
1. Shiddiq, yang berarti jujur. Nabi dan rasul selalu jujur dalam perkataan dan perilakunya dan mustahil akan berbuat yang sebaliknya, yakni berdusta, munafik, dan yang semisalnya.
2. Amanah, yang berarti dapat dipercaya dalam kata dan perbuatannya. Nabi dan rasul selalu amanah dalam segala tindakannya, seperti menghakimi, memutuskan perkara, menerima dan menyampaikan wahyu, serta mustahil akan berperilaku yang sebaliknya.
3. Tabligh, yang berarti menyampaikan. Nabi dan Rasul selalu menyampaikan apa saja yang diterimanya dari Allah (wahyu) kepada umat manusia dan mustahil nabi dan rasul menyembunyikan wahyu yang diterimanya.
4. Fathonah, yang berarti cerdas atau pandai. Semua nabi dan rasul cerdas dan selalu mampu berpikir jernih sehingga dapat mengatasi semua permasalahan yang dihadapinya. Tidak ada satu pun nabi dan rasul yang bodoh, mengingat tugasnya yang begitu berat dan penuh tantangan.

Sebagai umat Islam dan sekaligus umat Nabi Muhammad saw. kita harus menjadikannya sebagai teladan utama yang harus kita ikuti semua anjurannya dan kita hindari semua larangannya. Semoga kelak kita semua mendapatkan syafaatnya di hari akhir. Amin. (RNP)